Labuhanbatu Selatan — Dugaan praktik kencing CPO (Crude Palm Oil) dilaporkan berlangsung secara terang-terangan di Dusun Menanti Pinang Awan, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Aktivitas ini disebut telah lama terjadi dan kini menjadi sorotan serius warga yang menilai ada pembiaran sistemik.
Pantauan di lapangan menunjukkan truk tangki pengangkut CPO kerap berhenti di titik-titik tertentu sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan resmi. Pola ini memunculkan dugaan kuat adanya pengeluaran muatan ilegal yang berpotensi merugikan negara dan perusahaan.
“Ini bukan lagi rahasia umum. Truk sering berhenti, lalu jalan lagi. Kami menduga ada praktik kencing CPO. Kalau ini dibiarkan, berarti ada yang tutup mata,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keselamatan.
Warga menilai aktivitas tersebut dilakukan secara terbuka tanpa rasa takut terhadap pengawasan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap fungsi pengawasan perusahaan, aparat penegak hukum, serta instansi teknis yang seharusnya mengawasi distribusi CPO.
Secara ekonomi, praktik kencing CPO dinilai tidak hanya merugikan perusahaan dan negara dari sisi pajak dan penerimaan, tetapi juga mencederai tata kelola industri sawit yang selama ini diklaim telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Jika benar terjadi, praktik ini bisa mengindikasikan adanya jaringan terstruktur yang melibatkan lebih dari sekadar sopir truk.
“Kalau hanya sopir, mustahil berani terang-terangan. Ini patut dicurigai ada pembiaran atau permainan yang lebih besar,” ungkap warga lainnya.
Pengamat kebijakan publik menilai, dugaan kencing CPO harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena masuk dalam kategori kejahatan ekonomi yang berdampak pada penerimaan negara dan kredibilitas industri strategis nasional. Penindakan tegas dan transparan dinilai penting untuk mencegah praktik serupa meluas.
Masyarakat Dusun Menanti Pinang Awan mendesak kepolisian, kejaksaan, serta instansi pengawas perkebunan untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk audit distribusi CPO, pemeriksaan GPS armada truk tangki, serta pengecekan selisih volume produksi dan pengiriman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun aparat terkait dugaan praktik kencing CPO tersebut. Redaksi akan terus melakukan penelusuran dan meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang berkepentingan guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.(rzl/PR)


















